Sebab Tak Semua Kebaikanmu Akan Diterima Dengan Baik. Jadi Bersabarlah.

Pernah, seorang wanita menghampirimu sambil berteriak marah tanpa jeda.
Dia menunjukmu dengan mata nyalang yang menyala.
Padahal kau hanya mendengarkan segala keluh kesah kekasihnya yang sudah lama menjadi sahabatmu tanpa berkomentar apa-apa.

Lalu, seorang ibu menghubungimu dengan tanduk di kepala.
Segala tudingan dan ancaman dia lemparkan hingga wajahmu menghilang entah ke mana.
Jutaan aksara yang berhamburan dari matamu hancur bahkan sebelum sampai di ujung telunjuknya.
Sedangkan kau hanya membantu anaknya yang sudah lama menjadi saudaramu memperbaiki benang kusut di kepalanya tanpa mengharapkan imbalan apa-apa.

Ada pula seorang bocah jelita yang menangkapmu dengan sengaja dan tak berniat melepaskan.
Dia menguliti seluruhmu dengan pandangannya.
Memenjarakanmu pada sebuah kotak hitam di ujung ingatannya.
“Jangan rebut bapakku!” tegas matanya berbicara.
Walau kenyataannya kau hanya bertukar cerita pada lelaki yang sudah lama menjadi temanmu dan kerap bertukar isi kepala tanpa ada perasaan apa-apa.

Jangan berhenti tersenyum meski kadang banyak mata yang merasa berkuasa dan berhak menghakimimu.
Sebab tak semua kebaikanmu akan diterima dengan baik.
Jadi Bersabarlah.

Karena yang ingin dan sedang memelukmu juga tidak sedikit.

Sungailiat, 19 November 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s