Di Sepanjang Musim Tunggu

Langit sepertinya melupakan warna biru, sebab sejak beberapa waktu lalu ia menampakkan gurat-gurat merah kehitaman. Seperti suara perut, ia bergemuruh hendak memuntahkan kalut – segerombolan serdadu berwajah sama yang terlalu sering bermain dan menghancurkan pintu-pintu dan tembok-tembok pertahanan.

Sementara kau sibuk memasang banyak topeng, aku kerap menghitung abai yang lalu lalang.

Di sepanjang musim, sebuah gelisah asik bermain di petak-petak yang terperangkap di ruang tunggu.
“Jangan repotkan dirimu membersihkan semua petak itu,” kata sebuah suara di ujung ruang. “Yang terlanjur hilang tak akan pernah pulang.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s