Kepada Er (1)

Pagi ini mataku masih terkantuk
Setengah terbuka dan setengah tertutup
Tetapi aroma kopi dan alarm dari kamar sebelah memaksaku untuk bangun

Ayam jantan di halaman sudah lama berkokok
Aku duduk di teras sambil sesekali menguap
Dan berkali-kali mengingat
–kamu

Ingatkah kau, Er, rutinitas pagi yang menjengkelkan ini?

Ketika kau masih begitu asyik berkelana di dunia mimpi
dan suara alarm dari hapeku memaksamu membuka mata
lalu kau mengumpat sekenanya

Kadang aku tertawa kecil mengingat betapa seringnya aku mengajakmu bertukar kepala
Begitu antusiasnya hingga kau selalu mengiyakan
Walaupun kenyataannya kepalaku hanya kugeletakkan begitu saja di atas bantal tanpa sempat kuajak membual

Matahari sudah mulai muncul, Er
Aku masih duduk di teras sambil menyesap kopiku pelan

Katamu, kopi tak sedap bila langsung diteguk begitu saja
Hirup aromanya, lalu sesap perlahan
Dan kau akan mengacungkan jempol sambil tersenyum

Begitulah aku menikmati pagiku hari ini
Pagi kemarin sebenarnya tak jauh berbeda
Pun pagi esok, nampaknya akan sama saja

Pagiku dipenuhi oleh aroma kopi dan alarm dari kamar sebelah,
juga kamu

Pangkalpinang, 27 Februari 2015
Dari balik kubikel yang penuh dengan laporan akhir bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s