Kepada Pria yang (Mungkin) Pernah Mencintaiku

Sebuah roda berputar di kepalaku, dan kau berlarian di tengahnya; sedang menyapa waktu yang bergerak mundur. Sambil melempar dadu, aku memaksa detik untuk menghilang.

Ingatkah kau, pria yang (mungkin) pernah mencintaiku, ketika kau memintaku menunggu saat kumohon jarak merenggang lalu kau mengabaikanku? Saat itulah aku belajar menutup pintu.

Lihatlah, pohon di ingatanku mulai bergoyang. Lalu daunan rontok perlahan. Bukan aku yang membuatnya jadi begitu, pria yang (mungkin) pernah mencintaiku, bukan aku. Kau yang melepaskan genggaman, dan aku jadi terbiasa sendirian.

Jadi, pria yang (mungkin) pernah mencintaiku, jangan menoleh lagi. Biarkan yang lepas tetap terpisah. Karena jariku sudah tak butuh teman.

Desa Katis, 16 Februari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s