Jendela Berduka

Ditulis untuk blog penghunikotak🙂

Kotak-Kata-Kita

Hari ini jendelaku masih berduka.

Di sudut peta titik api menyala-nyala, asapnya bergoyang ke kanan dan kiri. Ada yang ia rayakan dengan semarak; menutup pandangan mata sebab tangan jahil para kurcaci.

Lalu terdengar ada yang bersendawa. Bumi masih menggeram nampaknya. Semalam ia memuntahkan gelegak amarah, menyisakan abu membedaki sebagian dapur. Sedangkan ruang tamu masih tenggelam; menggenang sedu sedan langit yang tertumpah.

Di halaman, sepasang ayam terkekek; mematuk isi kepala entah milik siapa yang berhamburan, sebagai sarapan.

Mereka menyibak tingkap, menggantungnya di dinding kamar yang berwarna biru cerah. Sementara si bapak menggeliat. Merenggangkan otot lalu beranjak, membaca koran setengah kantuk.

Ah, Bapak, kau bangun kesiangan. Matahari sudah tinggi. Coba buka kelopak matamu yang mengatup, sudah berapa prihatin yang tersangkut? Menjelma nyatakah?

Pangkalpinang, 13 Maret 2013

Lihat pos aslinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s