Tangisan Angsa Buruk Rupa

Bulan sabit di ujung malam
Danau angsa dipenuhi gelak tawa
Topeng dan wajah beraneka rupa pesta bersama
Mendentingkan bergelas-gelas tuak rempah atau menelan bunga tujuh rupa

Lelah rebah, tenggelam di lengkung pelangi bibir bergincu
Sepuluh selalu lebih baik dari satu
Perut gendut atau lengan berotot sama saja
Asal sama-sama senang sesuai kesepakatan bersama

Di sudut gelap, seekor angsa diam mematung
Tergantung anggun di tali jemuran

Malam menutup mata, bulan bergegas menghapusnya

Gelisah sang bayang berbisik pelan; amboi, dia kekasih si raja singa!

Pangkalpinang, 14 Maret 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s