Pak Bos Tercinta

Dear pak bos tercinta,

Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena telah berani mengirimkan surat ini. Bukan lancang, pak. Bukan! Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu yang telah lama sekali saya pendam. Sebab, bila tak saya utarakan, rasanya sangat menyesakkan.

Tapi, pak bos tercinta.. Saya berharap, setelah apa yang saya sampaikan ini telah sampai ke telinga bapak dengan selamat, saya mohon jangan singkirkan senyum pak bos dari wajahmu yang menawan dengan kumis tipis itu. Jangan pak, nanti saya jadi malu dan tak berani memandang bapak lagi. Lalu, pada siapa saya harus meminta tanda tangan ketika membuat surat, laporan mingguan dan bulanan, terutama slip gaji akhir bulan?😦

Enggg…

Sebentar pak, saya mau menenangkan debar jantung yang berdetak tak beraturan ini dulu. *tarik napas, hembus… tarik napas, hembus… 100x*

Okey, jangan melotot begitu, pak bos. Ah, melotot pun pak bos masih tampan. Beruntung sekali wanita yang mendampingimu itu.

Begini…
Ehemm…
Enngggg….

Apa saya boleh minta cuti? Dua minggu atau satu bulan? Saya mau liburan sama pacar saya. Ke Wakatobi atau Derawan. Kalau sempat ke Danau Toba atau gunung Bromo. Kalau boleh, sekalian izin kesbon dan pinjam uang koperasi. Tapi ntar jangan potong gaji, ya. Saya mau bayar arisan, tagihan olshop, dan kartu kredit soalnya.

Gimana, pak bos tercinta?

*jangan bunuh saya setelah baca ya, pak..*

Tertanda,
Pegawaimu yang jelita

Untuk diikutsertakan dalam project 30HariMenulisSuratCinta dari @PosCinta

2 thoughts on “Pak Bos Tercinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s