Sebuah Dermaga telah Kukosongkan

Dear Iwanuwuwu,
Pemilik rindu di kepalaku

Pagi ini aku membaca ulang semua rindu yang kau kirimkan. Dan aku mulai kehilangan kata-kata. Untuk kesekian kalinya, rinduku membisu di tiap nirkata yang berhamburan.

Iwanuwuwu, kecupan paling cumbu di keningku adalah hal yang selalu aku tunggu. Ketika musim semi memancar dari mataku, juga matamu, kita menghambur dalam dekapan yang ribuan detik sempat tertahan pada lengan-lengan jarak yang membentang.

Pulangkan saja segala riuh dan gemuruh di kepala dan dadamu, pun bibirmu yang candu. Biar terbebas segala rindu yang terpendam. Perih luka yang digores waktu, mari kita menyembuhkannya bersama. Akan kuhidangkan jamuan paling istimewa agar hati yang sempat kekurangan gizi tak kelaparan lagi.

Jadi, cepatlah kembali, Iwanuwuwu. Sebuah dermaga telah kukosongkan untuk menyambut kepulanganmu.

Dariku,
Waktu yang (masih) kau pinta kedatangannya

Balasan Rindu Padamu dari Iwan Sugianto

Untuk diikutsertakan dalam project 30HariMenulisSuratCinta dari @PosCinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s