Aku Harus Bagaimana?

Dear rindu,

Hari ini aku mengingat ketika pertama kali kita saling bertukar sapa, lalu bertukar kata. Ada banyak hal yang tak ku mengerti. Mengapa dan bagaimana berangkaian di kepala, berkelindan seenaknya. Membuat labirin sendiri lalu menyesatkan diri di dalamnya.

Mungkin tak ada yang salah dengan cinta, hanya saja kadang ia datang di saat dan waktu yang tidak tepat. Aku-kamu-kita, ada di tempat yang berbeda. Ada begitu banyak hal yang mesti kita bungkam, dan kita memilih untuk menutup mata.

Aku pernah berpikir untuk menyerah dan pergi. Tapi rindu, sehari saja aku mencoba tanpa kamu, atau kau menghilang dari batas edarku, segala resah langsung menghantui sekitarku.

Sering aku mencemburui banyak hal di sekitarmu. Teman-teman, pekerjaan, segala rutinitasmu, masa lalu, dan… Ah, mungkin aku terlalu serakah. Tapi aku hanya ingin ada di sampingmu saja. Membagi banyak hal berdua, sampai pada akhirnya kita kembali menjadi diri kita sendiri. Dan aku mengutuk jarak yang terbahak!

Apa kau tahu, rindu? Aku takut. Takut pada sepertiga yang akan menjadi seperdua. Atau malah duapertiga. Bila itu sampai terjadi, aku harus bagaimana?

Aku,
yang masih dan selalu merindukanmu

Untuk diikutsertakan dalam project 30HariMenulisSuratCinta dari @PosCinta

2 thoughts on “Aku Harus Bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s