Aku Tak Sabar Menunggu

Dear Iwanuwuwu,
Pemilik rindu di kepalaku,

Mungkin pertemuan adalah rumah yang kita tuju setelah lelah mengukir rindu pada jarak yang membisu. Apa kau tahu? Pernah, aku mencoba untuk berhenti melukis mimpi. Berusaha untuk menghapus ‘kita’ dari debar jantung yang bernyanyi. Dan aku gagal.

Nyalang rindu menatapku tajam, membunuh segala cemas dan menguburnya dalam-dalam. Membakar gelisah dan membuang abunya ke lautan. Lalu aku tergugu, memunguti remah sepi yang menggenang.

Tapi tenang saja, Iwanuwuwu. Tentang rumah yang hangat dengan tawa dan canda anak-anak kita, akan selalu kupelihara. Kumasukkan ke laci meja dan kusimpan kuncinya dalam hati berwarna merah jambu. Suatu hari nanti, akan kubuka; bersamamu.

Lalu, kapan SAKIT itu kau bagi padaku? Sakit yang katamu menakjubkan dan menyuruhku terus bersabar pada waktu?

Peluk cium dariku,
yang juga merindukan perjumpaan denganmu,
selalu.

Ayuuwuwu

Balasan Maaf Suratku Gombal dari Iwan Sugianto

Untuk diikutsertakan dalam project 30HariMenulisSuratCinta dari @PosCinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s