Semalam, Aku Merindukanmu

Dear kamu,

Hari ini, aku sedang tak enak badan. Kepalaku tiba-tiba pusing dan perutku mual. Mungkin kecapekan, setelah perjalanan jauh beberapa hari yang lalu. Perjalanan yang membuat rinduku tersedu, karena kotamu hanya dilewati saja tanpa bisa bertemu.

Rindu, bagaimana kabarmu hari ini? Lancarkah perjalananmu ke kantor tadi pagi? Kelihatannya kau sedang sibuk dengan pekerjaanmu. Ah iya, biar dapur ngebul kan? Aku selalu mengingat perkataanmu itu.πŸ™‚

Entah kenapa, semalam aku begitu merindukanmu. Rindu yang biasanya bernyanyi lembut itu berteriak kencang di kepalaku. Bahkan aku sengaja menjejak di akun jejaring sosialmu agar rinduku mau merendahkan suaranya. Menatap fotomu dengan berbagai pose ternyata hanya membuat rinduku meredam suaranya sedikit saja. Lalu aku menyapamu. “Semalam aku ketiduran,” katamu pagi ini.

Ah, rindu. Aku tak punya pekerjaan sepertinya. Atau merindukanmu adalah pekerjaan baruku? Aku benar-benar tak mengerti dengan hatiku. Lagi-lagi aku menanyakan pertanyaan yang sama. Kapan kita bertemu?

Tak usah dijawab. Aku sudah tahu jawabannya.

Dariku, yang lagi-lagi merindukanmu.

Untuk diikutsertakan dalam project 30HariMenulisSuratCinta dari @PosCinta

2 thoughts on “Semalam, Aku Merindukanmu

  1. gimana kalau kamu aja yang dateng samperin tiba-tiba? siapa tau kepergok dia lagi gandengan sama siapa gitu?
    *kabur ke timbuktu*
    semangat yaaa
    -ika, tukangpos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s