Anjing!!

Aku memandangi foto wanita itu lagi. Berulang kali. Masih sama. Cantik. Menggairahkan. Dan itu sungguh menyebalkan! Baru beberapa jam yang lalu aku memutuskan untuk meninggalkannya setelah meng-anjing-anjing-kan dia seenak perutku. Kukatakan padanya kalau aku tidak akan pernah kembali. Dan dia hanya tersenyum. Menyebalkan, kan?

“Namaku Luvia,” katanya sambil tersenyum ketika kami pertama kali berkenalan. Halus dan lembut. Tangan maupun suaranya. Bibirnya yang merekah terlihat sangat indah. Dan ternyata dia pintar sekali berciuman! Aku suka sekali ketika Luve –panggilanku padanya– memainkan jemari lentiknya di tengkukku. Lekukan tubuhnya sungguh sempurna. Celakanya, aku sangat menyukainya! Tidak. Bukan suka. Cinta. Ya, aku mencintainya. Bahkan ketika aku melihatnya sedang memeluk seorang laki-laki tadi malam, atau saat aku memergokinya bercumbu dengan laki-laki yang berbeda hari ini. Arrgggghhhh!!! Anjing!!

Kulirik lagi foto yang kini bertengger dengan cantik di tempat sampah. Headset masih menempel di telingaku, memperdengarkan lagu kesukaan yang membuat dadaku membuncah. “Aku tak bisa pindah… pindah ke lain hati…”

Menit berikutnya aku sudah ada di atas motor gede kesukaanku, menembus keriuhan malam ibukota yang tak pernah tidur. Menemui Luve.

  ******************

 Gadis jelita itu sedang memoles bibirnya dengan lipstik berwarna merah menyala kesukaannya ketika aku datang. “Aku tau, kamu pasti akan kembali,” katanya sambil tersenyum manis. Cantik sekali. Ah, sialan! Aku sangat membencinya! Aku benci karena tak pernah bisa untuk tidak mencintainya. Sedetikpun!

“Ada tamu buatmu, Via..” sebuah suara di balik pintu kamar mengusik ciuman kami yang bahkan baru dimulai satu menit yang lalu!

“Anjing!” umpatku seketika. “Aku benci pekerjaanmu!”

Luve mendesah pelan “Aku tahu,” didorongnya tubuhku keluar kamar. “kita bertemu satu jam lagi,” Katanya sambil tersenyum. Sebelum menutup pintu, Luve mengecup bibir sambil sebelah tangannya meremas payudaraku.

“Ah, kalian pasangan yang menyebalkan!” gerutu Mbak Lin, penghuni kamar sebelah. “Harusnya kamu juga membayar seperti yang lain. Tapi, sudahlah…” katanya sambil melenggang ke lobby.

Dan aku juga benci mucikari itu! Anjing!!

2 thoughts on “Anjing!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s