Senja yang Seperti Biasa

Tak ada yang istimewa dari senja kali ini.
Seperti biasa, hanya ada setumpuk kenang,
dan rindu yang lalu lalang.

Di ujung cakrawala jingga bertebaran,
ingatan semakin riuh bergemerisik di pohon akasia.
Di kepala, rautmu muncul satu-satu.
Senyum-senyum kecil perlahan berjatuhan,
dari sela-sela kepak camar yang lupa jalan pulang.

Aku mendongak.
Langit masih ramah,
nampaknya ingin menunda episode-episode
kisah hujan yang berkelebatan.

Kadang, angin sore menjelma ribuan pelukan;
sepasang lengan yang menghangatkan.
Namun tak jarang meninggalkan gigil yang ngilu;
serupa nyeri, yang dihujamkan ribuan sembilu.
Padahal surya belum kunjung tenggelam, tapi bayangmu tampak semakin kelam.
Hitam,
seperti lebam yang begitu dalam.

Palembang – Pangkalpinang
20 November 2013
Dari toples 9ulamerah
Kolaborasi bersama Sonny Fernando @pemudamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s