Kita: Takdir dan Rahasia Waktu

Aku
Kamu
Kita
Sebuah bahtera atas nama cinta
Menggelikan memang, tapi bukankah cinta tak mengenal logika?
Sepasang hati bertautan, mungkin akan tenggelam, tapi awan telah menyimpan mimpi yang kita lukiskan.

Dan tak ada yang perlu ditakutkan,
Sebab cinta adalah penanda hidup yang lebih besar dari sekadar lautan.
Ombak-ombak tajam yang menjelma badai adalah penguat ikatan.
Maka kepadamu akan kukayuh syair perahu dari pelepah kata; mengeja nama cinta

Kadang riak air memercik, gelisah menguar tiba-tiba,
Banyak aksara berloncatan tanpa makna, membakar rindu yang kita rajut satu-satu
Lalu cakrawala membiru, seringainya menghempas ragu yang ambigu

Kitalah nelayan tengah lautan, semakin jauh menebar jala harapan.
Dari dermaga tempat berpijak, kenangan terus menghidu asinnya buih.
Tentang takdir dan rahasia waktu, cinta telah punya alamat sendiri.
Cobalah mencari, tujuan penuju hati, meski sama berperahu puisi.

Pada tubuhmu yang samudera, akan kulabuhkan segala.
Tempat segala rasa bermuara, ketika ribuan ciuman menebarkan benih di rahim senja
Hingga nanti waktu merenta dan kita sama-sama lupa dimana kita menambatkan sampan

Atau lelapkan saja segala yang berpendar dari cahaya mata
Biar kita tinggalkan sedikit bahagia kepada calon anak-anak kita
Nanti…

 

Jakarta – Pangkalpinang, 1 November 2013
Puisi kolaborasi bersama @masSugie_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s