Ketika Jarak Memilih Abadi

Sebuah perahu kertas telah kularungkan ke lautan.
Di tepi pantai, aku menggoreskan namamu-namaku berulang kali,
Namun ombak menghempas keras;
Menghapusnya tanpa bekas

Tak akan ada yang hilang, sayang..
Meski telah kau lepaskan kenanganmu ke samudera,
Riak air akan membawanya kembali,
Serupa buih, yang kadang timbul kadang tenggelam

Ingatanku terhentak di batu cadas,
Berserakan, berhamburan.
Sekumpulan burung hering berpesta pora seketika;
Mematuki isi kepala hingga tak bersisa.

Apa kau masih ingat, sayang?
Suatu hari, saat kau sedang tidur di dalam kepalaku, kita pernah memecah mimpi.
“Masing-masing dari kita ialah malaikat, kita memiliki sayap.” Katamu.
Kemudian kau pergi, kita terbang sendiri-sendiri.

Kadang aku mendapati diriku tengah duduk melamun di stasiun;
Sedang melihat jadwal keberangkatan dan pemberhentian terakhir,
Atau ikut berkerumun di antara para penumpang.

Seandainya saja kita bisa seperti sepasang rel tua itu
Tak apa berkarat, tak peduli sunyi, asal tetap saling dekat.
Bisa terus bertatap tanpa harus saling menunggu

Lain waktu aku menemukan bayanganku;
Sedang memeluk jarak yang terlipat rapi,
Atau bertengadah memohon pada ibu waktu agar jarumnya berputar ke arah kiri

Mimpi buruk akan berakhir, sayang…
Meski jarak memilih abadi, tapi waktu akan memperbaiki hatimu
Hingga suatu hari nanti, ruhku dan ruhmu akhirnya bertemu

Pagi ini aku terjaga dari mimpi.
Semalam, seseorang telah menjenguk kenangan dan mengecup hati
Lengannya hangat memeluk lekuk perih yang merintih
Kaukah itu?

Meski ragamu tak pernah merasa, aku selalu ada
Pada detak yang mengalun di dadamu, akan kutiupkan aroma senja dari surga
Aku akan terus menunggumu; di nirwana

 

Jambi – Pangkalpinang, 1 November 2013
Puisi kolaborasi bersama @ojinx_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s