Selasar Mimpi Musim Semi

Semalam aku bermimpi;
Di sebuah taman bunga warna warni, seekor kupu-kupu menyelinap ke dalam dadaku.
Degup jantung yang beradu dengan kepak sayapnya terdengar sangat merdu.
Lalu aku terbangun di satu pagi yang lengang;
dengan pikiran penuh kamu.

Apakah kau menemukan kecupanku di sarapan pagimu?
Aku menyisipkan rindu pada roti selai coklat dan secangkir kopi tanpa gula kesukaanmu
Dan kicau burung pagi ini,
Ialah puja puji untuk hujan di musim semi.
Tatkala daunan mulai tumbuh,
Cintaku telah lebih dulu meneduhkanmu.

Kadang aku lebih suka tenggelam,
menikmati debar di dada;
seperti mendengarkan alunan musik klasik
yang mengaliri nadiku.

Sesekali,
aku melihat ke arah cermin,
ada sesuatu yang menarik di sana;
Ah, sepasang bola mata ā€“ sedang jatuh cinta!

Sebelum pagi beranjak, cobalah memejam,
siapa lebih hujan di kepalamu;
Aku atau rindu?
Atau hanya angin yang mengabarkan sepasang peluk melebihi jangkauan lengan kita?

Di selasar musim
ketika daun-daun menggugurkan kesunyian bibirku,
bau nawastu tubuhmu menuntunku
memagut sisa-sisa mimpi
di jelaga semalam.

 

24 Oktober 2013
Dari toples @9ulamerah
Kolaborasi bersama @titikjauh @ElvaDerlina @ojinx_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s