Deja Vu?

Aku pernah menelusuri pesisir pantai pada sebuah tempat di ujung ingatanku,
Desau angin berhembus mempermainkan rindu yang bergelantungan di rambut sebahuku yang tergerai,
Butiran pasir putih menggelitik kaki, menelusup ke ujung-ujung kuku dan berdiam nyaman di sana.
Dari kejauhan, kulihat sebuah botol pembawa pesan terombang-ambing dipermainkan ombak – sepertinya itu botol yang pernah kularungkan, dulu, ketika tak kutemukan kau di saku kemejaku.

Kupejamkan mata;
Ribuan detik,
Pelan-pelan, nyanyian camar terdengar begitu ngilu di telingaku
Hembus angin jadi begitu jahat, memeluk dengan erat, meninggalkan gigil yang amat sangat.

Seketika kelopak mataku membuka,
Aku tercekat, ketakutan
Dadaku jadi begitu nyeri, berdegup tak beraturan
Debur ombak tak lagi ramah, bergulung dan menghempas batu karang, menggeletar bagai teriakan sangkakala: mampuslah kau hei kenangan!

Percikan air dan sebuah tepukan di pipi membangunkanku, “Kau mau menunggu berapa lama, nak?” seorang tua petugas kebersihan itu menatapku.
“Ini sudah kereta ke berapa, pak?”
“Bukankah kau sudah mencatatnya?” katanya sambil menunjuk dadaku sebelah kiri.

Ternyata sudah sepi, tak ada gerbong, pun pedagang kaki lima penjual mimpi.
Jam di stasiun berputar ke arah kiri,
Lalu tercium aroma laut
Kuperiksa saku kemejaku – tak ada kamu.

 

Pangkalpinang, 4 Oktober 2013

Dibuat untuk DuetPuisi bersama @JvTino dengan judul Tuan Atas Dua Nyawa

4 thoughts on “Deja Vu?

    • Waktu bikin sih maksudnya gini:
      Aku: seseorang yg terjebak dengan ingatan masa lalu
      Kamu: orang yg ada di masa lalu

      Di mana itu tergantung persepsi yg baca aja.
      Kalo papah nerjemahinnya gimana? Hehe..
      (Malah bingung sendiri)

      Makasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s