Kepada Lelaki yang Menjadikanku Bagian Tulang Rusuknya

Aku akan menemanimu melaju di kereta tua,
ketika waktu mulai meluntur satu-satu
saat mata menyenja dan rambut mengabu
hingga pada akhirnya kita menyatu dengan debu.

Kita mungkin menggenggam  langit yang berbeda
: aku menyukai Barat, kau mencintai Selatan
aku melangkah ke awan, sedang kau berlayar di lautan,
namun lengkung rembulan yang menetap di bibirmu masih selalu meneduhkan
tempat ku merebahkan diri setelah lelah bermain di jalanan

Kerikil yang membadai dan melukai kaki,
kau buang saja!
Segala berisik desau angin yang berderau
tak usah kau hiraukan!
Segala mimpi buruk akan berakhir saat kita membuka mata di pagi hari

Ketahuilah,
meski senja kita kadang tak sama
dan tak selalu menikmatinya berdua – kadang dengan entah siapa –
namun dalam tiap rapal doa,
lidahku selalu melagukan satu nama yang sama
– namamu –

berharap tiap detik yang berdetak di dadamu
adalah sesuatu yang sama
dengan yang mengaliri darahku

berharap segala cemasku
ialah gelisah yang sama
dengan resah yang memelukmu

berharap yang melengkapi tulang rusukmu
hanya aku

Pangkalpinang, 1 Oktober 2013

2 thoughts on “Kepada Lelaki yang Menjadikanku Bagian Tulang Rusuknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s