Remah Kenang Kunang-Kunang

Berkesiur di dalam kepala, aku selingkup di matamu yang kabut.
Berdesik di dalam dada, aku selasar di hatimu yang rapuh.

Dadu yang dulu kita lempar tiga kali di titik enam, sesempurna yang diangankan.
Petiklah bintang, katamu. Lemparkan pada jalan-jalan lengang, biar ia merupa kunang-kunang.
Menggelepar terbang tak ingin menjadi sepah yang mengelupas terkikis waktu.

Awan menggumpal ibarat gula-gula kapas, melukis matahari jadi warna warni; kau pelangi di ingatanku.

Kucoba larutkan waktu di laut hatimu, kugenapkan segala ganjil biru kelam masa laluku.
Jejak tapak kaki tertinggal biarlah disapu debu, rinai hujan kan membawanya berlalu.

Lesap mengalir hanyut menuju muara dipeluk samudera, laut riuh-riang tak berpenghalang. Kini renjana kita tak akan lagi ada keluh.

Jakarta – Pangkalpinang, 24 Juli 2013
Puisi kolaborasi bersama @dikiumbara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s