Elegi Kedai Tua

Bertemu lagi denganmu, di kota ini, ibarat memutarbalik arah jarum jam.
Seperti dejavu
Berdepa-depa jarak yang kita buat seakan sia-sia

Mungkin waktu sengaja menunggu,
membiarkan kita asyik berkeliaran sesukanya, bercerita dan membangun banyak kota dengan penuh taman bunga.

Aku selalu ingat, ketika kita bertukar ciuman di belakang sebuah kedai tua,
sementara angin malam bersiul genit, menggoda gairah kita yang selalu terlihat malu-malu.
Kedai yang sama saat kita mengubur segala yang pernah kita mulai, ribuan detik yang lalu.

Lalu disinilah kita, saling menziarahi kenangan;
bercengkerama seadanya, tertawa seadanya, berbincang seadanya.
Seperti dulu;
aku menikmati kolak pisang favoritku, dan kau asyik dengan secangkir air mata kegemaranmu.

 

Pangkalpinang, 21 Juli 2013
balasan #DuetPuisi untuk @cocodarz Sebuah Peristiwa di Sudut Kedai Tua

2 thoughts on “Elegi Kedai Tua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s