Kau, dimana?

Segala kenang kini serupa pemakaman,
melagukan nyanyian kematian, menikam degup-degup tertahan,
denyut-denyut jadi tak bertuan.

Segala yang muskil kini menjadi teman,
bersama-sama memeluk sepi, memainkan irama sunyi, lindapkan semua mimpi.
Biar perih. Biar hilang.

Segala senyum sudah tak bernyawa, merupa pisau merajam kata,
memintal rindu-rindu buta jadi awan hitam; pada langit gulita tanpa bulan tanpa bintang.

Malam bergegas, gigil menari pada tulang-tulang gemeretak.
Sebuah hati telah terkurung di kutub utara.

Sebuah diary terbuka, dua kalimat pendek tertulis disana, lalu menutup (lagi).
“Aku cemas. Rinduku berdarah”

Kau,
dimana?

 

 

Pangkalpinang, 19 Juli 2013
#DuetPuisi bersama @cocodarz dan dibalas dengan Disinilah, Aku Merinduimu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s