Anjing dan Perawan

Anjing dan perawan berdiri di pinggir tebing.
Aku mencari makna, kata sang perawan.
Anjing menggonggong.
Aku mencari makna, ulangnya lagi.
Anjing menggonggong, lagi.
Perawan mencabut sebatang rumput liar, lalu membuangnya.
Aku mencari cinta, ujar sang perawan, pelan.
Anjing menggonggong, lalu melolong.
Jangan melolong seperti itu, kata sang perawan. Dihapusnya lelehan yang mulai mengalir dari matanya.
Ah, kita sama-sama ditinggalkan, katanya lagi.
Anjing dan perawan lalu melangkah, menuju bibir tebing.
Jurang.
Tak ada jeritan.
Hening.
Lalu mentari menutup mata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s