Mendung Pagi Hari

Awan hitam menggelayut di pelupuk
Semilir angin perlahan membelai bulu kuduk
Samar, aroma kopi masih menyapa indera
Menawarkan sedikit kehangatanmu yang tersisa

Mataku masih mencari jawaban di telaga bening itu
Namun yang kutemu hanya seulas senyum penuh arti
Menyimpan beribu cerita yang tak terungkapkan

Perlahan, ada yang nyeri disini; di dadaku yang paling sepi; perih yang tak ku mengerti
Bunda, masihkah embun itu menetes karenaku?

2 thoughts on “Mendung Pagi Hari

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s