Seperti Biasa

Baru saja, aku mendengar suara, bernyanyi menggoda rasa ~ rindu yang menyepi di sudut pintu

Mungkin butir kenangan yang jatuh di sela dedaunan mengingatkan, ada yang tertinggal saat tetesnya menderas ~ entah tentang apa ; kita, atau kau dan aku saja

Lalu suara-suara gemuruh di kepala mulai berteriak, bak pendemo yang meminta haknya dipenuhi, entah kewajibannya, apa kabar?

Kulihat jendela mulai mengembun, mengaburkan butir kenangan yang berjatuhan. Atau malah mataku yang berembun? Ah, embun suka pindahpindah saja!

Lalu seperti biasa, entah sejak kapan, semua jadi biasa biasa saja ketika senyum kekuningan itu menyapa. Lalu, kau akan terlupa. Lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s