Kunjungan Tengah Malam

Ada yang berkunjung semalam. Dia bilang: – aku kenangan, yang hampir terlupakan. Izinkan aku datang, sekedar tuk menyegarkan ingatan –

Tetiba ada yang berteriak; rindu-rindu yang terendap, ‘Pergi kau! Terlalu lama kami menunggu!’ Ah, aku hanya sedikit terlambat, ucapnya.

Ada badai disini, tunjuknya didadaku. Aku diam. Otakku masih enggan bekerjasama. Ingatanpun tampak berkeliaran, gelisah.

Angin tampak mengetuk jendela, membiarkan embun tertinggal disana, lalu tersenyum dan berlalu. ‘Harusnya ia tak datang’, bisiknya perlahan.

Kulihat video mulai diputar, memainkan film-film usang; roman picisan dua insan: kita yang masih ‘kita’. Kenangan tersenyum, senang.

Ingatan menatapku tajam. ‘Sudah selesai!’ katanya. Lalu dibukanya kotak mimpi yang kusimpan. ‘Takkah kau lihat kenangan baru disana?’

Kulihat badai mulai mereda. ‘Aku tak pernah lupa’, kataku. Kenangan bergeming. Menatapku, berkenalan dengan kenangan baru dan berlalu.

Dibiarkan video tetap menyala – akan kuambil bila kau tak suka – katanya sebelum menutup pintu. Sinar jingga mengintip disebaliknya.

Angin kembali mengetuk jendela, menjemput embun yang ditinggalkan, lalu memelukku perlahan. ‘Pagi, Cantik!’ Tulang beranjak, berkerumun dan mulai saling memeluk.

Aku menggeliat, pelan. Sinar jingga mengecupku dari balik pintu. ‘Bangunlah, sudah kuhapus jejak kenangan’ katanya menenangkan.

Ada yang berkunjung semalam. Dia bilang: – aku  kenangan, yang hampir terlupakan –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s