Lagi-Lagi Langkahku Terhenti Disini

Aku masih saja berbincang dengan bulan setengah

Padahal bintangpun telah lama berlalu

Meninggalkan langit yang terus saja menggerutu

Mungkin ingin menumpahkan kekesalannya lagi malam ini

 

Ah, angin-angin malam itu masih menyapaku

Sebagian bahkan memelukku erat

Meninggalkan gigil di tulang-tulangku yang kini beradu

Sementara langkah kakiku terus berbincang dengan bayangan yang nyaris tak kelihatan

“kemana pasir dan kerikil ini bermuara?” bisik langkahku perlahan

 

Di sudut jalan, persimpangan tampak menantiku

Menunggu jawaban yang tak pernah ku tahu

“AKU TAK BISA MEMILIH!!” teriakku padanya

Dan dia hanya tertawa, sumbang

 

Ah, lagi-lagi langkahku terhenti di sini

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s