Petualang

Perlahan kereta meninggalkan stasiun

Membawaku yang masih sibuk membereskan pikiran

Mencuci, menjemur dan melipat tiap lembar kenangan yang masih berkeliaran

Lalu menyimpannya di dalam kotak paling kelam

 

Sementara sisa air mata terus berteriak di antara riuh suara pedagang asongan

Mengabaikan sepotong hati yang terus melambai di kejauhan

 

Di jendela, butiran hujan mulai mengembun

Mengaburkan tiap jejak tertinggal yang kuretas

Kadang sesal yang tiba-tiba muncul menertawakan ketegaran yang kupaksakan

 

Gerbong kereta masih meliuk lincah

Sementara harapan dan angan yang berbeda tampak saling berkenalan dan bertukar cerita

Sedangkan aku masih terus sibuk merangkai puzzle yang baru saja kuciptakan

….. kepingan hati yang sengaja kupecahkan …..

 

Laju lari ular besi yang kutumpangi mulai melambat

Entah senyum cantik atau munafik, mulai bertebaran dan berterbangan

….. dan aku salah satu dari mereka …..

 

Disini, di stasiun ini

Sepotong hati lain menungguku

2 thoughts on “Petualang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s