Rindu?

Rindu?

Seperti duri yang menggores luka yang masih menganga

Bekasnya akan terus ada

Kumengerti sejak aku bukan milikmu, dan kau bukan milikku

 

Rindu?

Bagai debu yang tersapu embun dan mengering

Lalu hilang tertiup angin

Sunyi

Hampa

 

Rindu?

Ibarat kopi tanpa gula

Yang selalu kusediakan di mejamu tanpa kau sentuh

Tentu saja

Kau tak ada di sana

 

Rindu?

Hanya ucapan datar tanpa rasa

Tenggelam tertelan senja bertahun-tahun lalu

Seiring senyummu yang memudar

 

Rindu?

Rasa yang telah lama terlupa

Meredup di keheningan malam

Mati bersama kunang-kunang ketika musim bergulir

Rasa yang tak teraih

Perih…

 

Rindu?

Masih perlukah dipertanyakan?

Lupakan saja

Bahkan nisanmu pun tetap membisu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s