Perang Batin

Kuhirup nafas panjang, lalu kuhembuskan lagi sekuat tenaga. Tetap saja tak bisa mengusir rasa gugup yang kurasakan. Jantungku berdetak lebih cepat. Rasanya ingin kulangkahkan kakiku menjauh dari sini, tapi otakku selalu melarang.

“Lakukan sekarang!” terdengar suara di otak kiriku.

“Jangan! Kasihan dia!” sekarang suara lain terdengar di otak kanan.

“Lakukan saja, atau kau akan menyesal”

Kugoyangkan kepalaku, agar suara-suara itu pergi. Kulirik gadis cantik berkerudung itu. Dia masih asyik dengan makanan di tangannya. Aku makin gelisah.

“Sudah, lakukan saja… Apa susahnya sih?” suara itu mulai terdengar lagi

“Kita pergi saja! Kasihan dia…”

Kulirik lagi gadis itu. Tanpa sadar kakiku melangkah ke arahnya, kusentuh bahunya, lalu…

“Mbak Rin, boleh pinjam uang nggak?”

tema : uang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s